MARAKNYA KASUS BULLYING ANAK DI SEKOLAH INDONESIA 2023

 

undefined

(Sumber gambar : https://www.halodoc.com/)

Dikompilasi dari berbagi sumber media online

Pengertian dan Kategori Bullying (Perundungan)

Bullying atau perundungan merupakan perilaku negatif yang bisa menyasar anak maupun orang dewasa. Secara etimologi, asal usul kata bullying berarti penggertak, yaitu seseorang yang suka mengganggu yang lemah. Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), bullying adalah penindasan atau risak (merunduk) yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau sekelompok yang lebih kuat. Tindakan ini dilakukan terus menerus dengan tujuan untuk menyakiti.

Menurut UNICEF, ada tiga karakteristik perilaku bullying, yaitu disengaja, terjadi secara berulang-ulang atau untuk mendapatkan kekuasaan. Bukan itu saja, tindakan ini juga bisa dilakukan secara langsung maupun online.  Bullying online alias cyber bullying dapat terjadi lewat media sosial, pesan instan, email, dan platform lain yang memungkinkan adanya interaksi. Tindakan bullying juga terbagi menjadi enam kategori, di antaranya:

  • Kontak fisik langsung

Perilaku bullying yang menyasar fisik umumnya mudah diidentifikasi. Tindakan ini meliputi memukul, mendorong, menggigit, menjambak, mencubit, dan mencakar. Mengunci seseorang dalam ruangan, memeras dan merusak barang orang lain juga termasuk tindakan perundungan.

  • Kontak verbal langsung

Perundungan juga bisa berupa ancaman, merendahkan, mencela, mengejek, memaki, mengintimidasi dan mengganggu. Memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme dan menyebarkan berita palsu juga termasuk bullying verbal.

  • Perilaku non-verbal langsung

Contoh bullying non verbal yaitu tatapan sinis, menjulurkan lidah dan memperlihatkan ekspresi yang merendahkan, mengejek, atau mengancam. Namun, tindakan non verbal ini umumnya dilakukan bersama tindakan fisik dan verbal.

  • Perilaku non verbal tidak langsung

Faktanya, perundungan juga bisa terjadi secara non verbal tidak langsung. Contohnya yaitu memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, mengucilkan atau mengabaikan secara sengaja atau mendiamkan seseorang.

  • Cyber bullying

Di era yang serba teknologi seperti sekarang, tindakan bullying juga marak terjadi secara online. Contohnya dengan membuat video yang mengintimidasi dan pencemaran  nama baik lewat media sosial.

  • Pelecehan seksual

Pelecehan seksual juga salah satu bentuk tindakan bullying. Perilaku ini bisa berupa agresi fisik atau verbal. Agresi merupakan perilaku yang dilakukan secara sengaja untuk  menyebabkan kerusakan fisik atau mental seseorang.

Maraknya Kasus Bullying Hingga Juli 2023

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyoroti kasus perundungan di sekolah yang kian marak terjadi. Mereka mencatat terdapat sebanyak 16 kasus perundungan di sekolah dalam kurun Januari – Juli tahun 2023. Dalam laporannya, FSGI menyebut empat kasus terjadi pada awal masuk tahun ajaran baru di bulan Juli 2023. Kasus perundungan mayoritas terjadi di SD (25%) dan SMP (25%), lalu di SMA (18,75%) dan SMK ( 18,75%), MTs (6,25%) dan Pondok Pesantren (6,25%). FSGI mencatat jumlah korban perundungan sekolah selama Januari-Juli 2023 sebanyak 43 orang yang terdiri dari 41 siswa (95,4%) dan dua guru (4,6%). Adapun pelaku perundungan didominasi oleh siswa yakni sebanyak 87 orang (92,5%), sisanya oleh pendidik sebanyak 5 pendidik (5,3%), 1 orangtua siswa(1,1%), dan 1 Kepala Madrasah (1,1%). Selain itu, kasus perundungan mayoritas terjadi di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kemendikbudristek (87,5%) dan Kemenag (12,5%). Daerah tempat terjadi perundingan antara lain Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara.

Empat kasus yang baru terjadi pada Juli 2023 tersebut diantaranya kekerasan terhadap 14 siswa di Kabupaten Cianjur yang terlambat masuk sekolah, kekerasan kakak kelas terhadap adik kelas, perundungan siswa SMAN di Kota Bengkulu oleh empat guru, dan penusukan siswa SMA di Samarinda. Selain dari 4 kasus yang barus terjadi tersebut, FSGI mencatat kasus terakhir yakni penyerangan orang tua terhadap guru di SMAN 7 Rejang Lebong termasuk parah karena mengakibatkan kebutaan pada korban. Penyerangan orang tua tersebut terjadi akibat perlakuan guru terhadap siswa. Adapun kasus yang menghebohkan jagat pendidikan belakangan ini adalah seorang siswa di Kalimantan Selatan yang berani menusuk temannya lantaran sering di-bully oleh korban. Siswa berinisial A (15 tahun) menusuk korban berinisial M (15 tahun) menggunakan pisau.

Daftar Kasus Bullying Anak yang Viral Selama Tahun 2023

  • 8 Siswi SMA di Karanganyar Merundung Sejak 2022

Pada bulan Januari 2023, salah satu orang tua murid melaporkan 8 siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pasalnya, delapan siswi tersebut diduga merundung anaknya sejak tahun 2022. Menurut polisi, korban yang merupakan siswi kelas 2 SMA berinisial SSR (16) itu, diduga dirundung secara verbal dan non verbal berisi cacian, hinaan, dan sejumlah tindakan kekerasan lainnya. Akibat perundungan tersebut, SSR mengalami gangguan kesehatan mental hingga harus didampingi psikiater untuk proses penyembuhannya karena trauma untuk ke sekolah.

  • Seorang Bocah di Bandung Dirundung Enam Siswa SMP

Beberapa waktu lalu, jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya video berdurasi 2 menit yang memperlihatkan seorang bocah tengah terpojok dan melindungi kepalanya dari pukulan beberapa anak lainnya. Dalam video tersebut, terlihat sekitar 6 anak yang diduga pelajar SMP secara bergiliran melepaskan pukulan hingga menendang anak tersebut, sembari memaki korban menggunakan bahasa kasar.

  • Seorang Perempuan Merundung Dua Perempuan di Pontianak

Lagi-lagi, kasus bullying terungkap setelah muncul video viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat perempuan berambut pirang merundung dua perempuan lainnya dengan cara memukuli hingga mencaci maki. Perempuan dengan emosinya memukuli salah satu korban di bagian kepalanya, menampar, memukul, hingga menendang satu korban lainnya secara bertubi-tubi.

  • Bocah SD di Palangkaraya Alami Trauma Usai Dirundung

Seorang siswa SD kelas 3 di Kota Palangkaraya dilaporkan mengalami trauma mendapat serangan fisik dari siswa lainnya. Tindakan tersebut sudah ketiga kalinya. Bocah itu harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut orang tua korban, kejadian perundungan pertama terjadi pada 19 Agustus 2022. Waktu itu, dua anaknya didorong dan ditusuk dadanya menggunakan dua jari hingga meninggalkan bekas memar. Kasus kedua terjadi sepuluh hari setelahnya. Kala itu, korban ditendang seorang murid kelas 3-B hingga terjatuh dan kepala korban terbentur ke beton pot bunga di depan kelas. Akibatnya, korban harus diperban di UKS dengan baju berlumuran darah. Dalam perundungan kedua itu, korban juga harus dilarikan ke RS Muhammadiyah Palangkaraya karena lukanya membengkak dan susah dijahit.

Sumber Berita :

  1. https://tirto.id/
  2. https://www.detik.com/
  3. https://www.halodoc.com/