Home » Riset » 7 Tips Jitu Lolos Jurnal Scopus

7 Tips Jitu Lolos Jurnal Scopus

Penulis: Ida Wahyuni, S.Kom., M.Kom.

Anda Dosen, Peneliti, atau Mahasiswa Pascasarjana? Jika iya, maka artikel ini akan membantu Anda yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya ke Jurnal yang terindex Scopus. Kita semua tau, untuk masuk ke Jurnal terindex Scopus memang tidak mudah. Banyak tahapan maupun revisi yang harus dilalui sampai bisa diterima dan di-publish. Tidak sedikit juga bahkan yang sudah rejected sebelum di-review.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, saya punya beberapa tips jitu agar bisa lolos ke Jurnal terindex Scopus. Tips ini saya ambil dari pengalaman saya selama 3 tahun (2016-2018) dalam meneliti dan menulis hasil penelitian saya ke Jurnal. Alhamdulillah, setelah satu kali rejected, saya mencoba memperbaiki hasil tulisan saya dan akhirnya bisa lolos dan publish. Bagi Anda yang ingin tau mengenai publikasi saya bisa dilihat di akun Google Scholar dan Scopus milik saya untuk dijadikan bahan referensi.

Nah, sudah ingin tau apa saja tips nya? Simak 7 tips jitu lolos jurnal scopus berikut:

1. Pelajari Slide Berikut

Slide berikut adalah materi Workshop International Paper Writing, dimana saya menjadi pembicara waktu itu. Dalam slide berikut ada materi yang dibuat oleh Prof. Pitoyo Hartono dari Chukyo University, Jepang dan beberapa materi yang saya rangkum dari pengalaman pribadi dalam menulis paper. Silahkan pelajari slide berikut dan simak tips lainnya.
Klik pada Gambar untuk Donwload Materi

PS: Slide dibuat dalam Bahasa Inggris

2. Cobalah untuk Mengikuti Konferensi dengan Luaran Publikasi di Jurnal Terindex Scopus

Bagi Anda yang masih pemula atau sudah mencoba memasukkan paper ke Jurnal Scopus namun masih tetap gagal, Anda dapat mencoba cara ini. Memasukkan paper ke dalam conferences dengan luaran Jurnal Scopus relatif lebih mudah dan cepat. Lebih mudah karena penyelenggara conference biasanya memberikan jumlah kuota yang cukup banyak untuk paper yang diterima, sehingga kemungkinan lolos lebih besar. Lebih cepat karena conferences mempunyai tanggal deadline pengumpulan paper dan biasanya dalam waktu satu tahun paper sudah bisa publish. Selain itu, sebagian besar reviewer di conference akan menyelesaikan proses review dengan cepat karena terbatas oleh deadline penyelenggaraan conferences. Kedua hal tersebut bisa menjadi salah satu jalan mudah untuk lolos ke Jurnal Scopus.

Salah satu conference di Indonesia yang mempunyai luaran di Jurnal terindex Scopus untuk bidang Informatika adalah ICW Telkomnika. Saya dan tim sudah pernah berhasil publish satu paper dengan judul “Integrating fuzzy logic and genetic algorithm for upwelling prediction in Maninjau Lake” di conferences tersebut.

3. Minimal Referensi 20 Artikel

Yap cukup banyak memang harus membaca 20 artikel lain untuk mendukung penelitian yang baik. Namun hal itu memang harus dilakukan agar kualitas publikasi kita menjadi semakin baik. Ingat, masalah jumlah referensi biasanya sangat di perhitungkan oleh sebagian besar jurnal yang sudah top.
Tips untuk menulis referensi dengan mudah bisa Anda baca pada artikel berikut:

Panduan Menulis References

4. Penulis Harus Lebih Dari 1

Perhatikan masalah ini, penelitian yang baik biasanya tidak dikerjakan sendirian, selalu ada tim yang solid dibelakangnya. Jika perlu, undang orang yang sebelumnya memiliki publikasi di Scopus untuk melakukan penelitian bersama dengan kita. Hal tersebut dapat memberikan sebuah penilaian tersendiri bagi editor jurnal untuk meloloskan paper Anda.

5. Plagiarisme Maksimum 15%

Gunakan software untuk melihat prosentase plagiasi di paper yang kita tulis. Ada banyak software plagiasi yang bisa digunakan mulai dari yang berbayar seperti Turnitin sampai yang gratis seperti Plagramme. Apabila anda seorang dosen/guru/pengajar, anda dapat meningkatkan akun anda di plagramme untuk dapat menggunakan cek plagiarisme hingga 20 artikel per bulan, gratis. Saat ini jurnal internasional dengan ranking teratas di scopus mengharuskan artikel yang dikirimkan memiliki maksimum plagiarisme indeks sebesar 15%, ranking terendah scopus mungkin ada yang berkisar hingga 20%.

6. Jangan Submit Paper di ‘Predatory Journal’

Ini adalah ketatukan tersendiri dalam mempublish paper. Jangan mudah tergiur untuk memasukkan paper Anda ke jurnal yang tidak jelas asal-usulnya (predatory). Kuncinya adalah, jurnal yang bagus tidak pernah mengirim email kepada Anda untuk submit paper ditempat mereka. Untuk melihat daftar jurnal predatori kalian bisa cek Beall’s List of Predatory Journals and Publishers.

7. Practice and Patience

Latihan dan sabar adalah kunci paling penting untuk melakukan semua hal diatas. Tetap semangat mencoba dan pantang menyerah! Untuk artikel yang dikirimkan ke jurnal internasional terindex scopus, waktu yang dibutuhkan untuk menunggu hasil review tidaklah sebentar, paling cepat sekitar 3 bulan dan bahkan bisa menunggu 1 sampai 2 tahun hingga akhirnya dapat diterima (semoga!).

Semoga tips diatas bisa membantu Anda dalam mengejar impian publish di jurnal Scopus. Dan ingat, bahwa semua itu pastinya tidak bisa didapat dengan cepat. Kita harus sabar dan tekun. Pengalaman saya sendiri sebelum bisa ke Scopus Journal, saya perlu melatih kemampuan menulis saya untuk bisa lolos di Jurnal Nasional, National Conferences, sampai International Conferences. Setelah saya bisa lolos 3 tahap tersebut dalam 1 tahun, di tahun berikutnya saya berkesempatan dapat tiket untuk publish di Scopus.

Untuk meningkatkan skill Anda dalam menulis paper, Anda dapat mengikuti beberapa panduan dalam menulis setiap bagian pada paper berikut ini.

1. Struktur Scientific Paper
2. Panduan Menulis Abstract
3. Panduan Menulis Introduction
4. Panduan Menulis Previous Research
5. Panduan Menulis Methodology
6. Panduan Menulis Result and Discussion
7. Panduan Menulis Conclusion
8. Panduan Menulis References

Selamat mencoba!

Source : https://indowhiz.blogspot.com/2019/01/7-tips-jitu-lolos-jurnal-scopus.html